ROHUL, TanahIndonesia.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA, melontarkan gagasan besar untuk mendorong kebangkitan pariwisata Rokan Hulu melalui konsep sederhana namun berdampak luas.
Hendry Munief mendorong Pemkab Rohul membentuk komunitas-komunitas digital. Setiap konten dari komunitas digital tersebut diviralkan ke panggung dunia. Gagasan itu disampaikan politisi PKS tersebut saat menghadiri kegiatan Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial yang digelar Kementerian Pariwisata di salah satu hotel di Rokan Hulu, Rabu (6/5/2026).
Menurut Hendry Munief, Rohul memiliki modal wisata yang sangat kuat, namun belum terangkat secara maksimal. Dari sedikitnya 96 potensi wisata yang tersebar di Negeri Seribu Suluk, baru segelintir yang dikenal luas publik.
“Selama ini orang hanya mengenal Masjid Agung Islamic Centre, Hapanasan, dan Air Terjun Aek Martua. Padahal masih banyak destinasi luar biasa yang belum terekspos. Ini pekerjaan besar kita bersama,” ujar Hendry Munief di hadapan peserta pelatihan.
Untuk menjawab tantangan itu, Hendry menawarkan agar semua pihak berkolaborasi menggaungkan sektor pariwisata di Rohul. Dia menyarankan agar Pemkab Rohul turut mengembangkan promosi berbasis komunitas digital.
"Semua pihak dilibatkan seperti konten kreator lokal, selebgram, tiktoker, influencer, hingga komunitas pecinta alam untuk mengangkat keindahan Rohul melalui narasi visual yang kuat di media sosial." terangnya.
Menurutnya, paradigma promosi wisata kini telah berubah. Iklan terbaik bukan lagi menjual tempat, tetapi menjual pengalaman. Ketika seseorang mendaki perbukitan, menikmati air terjun, atau menyusuri bentang alam Rohul lalu membagikannya di media sosial, maka ia telah menjadi digital storyteller yang mengajak orang lain datang.
Hendry mencontohkan suksesnya Pacu Jalur di Kuantan Singingi. Event budaya yang awalnya berskala lokal itu mampu menembus Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan kemudian viral hingga mancanegara berkat kekuatan konten digital.
“Ini bukti, event kecil jika dikemas dengan tepat bisa menjadi ledakan besar. Low budget but high impact—anggaran boleh kecil, tapi dampaknya harus besar,” tegasnya.
Ia menilai Rohul memiliki tiga kekuatan utama yang bisa menjadi identitas wisata daerah, yakni wisata religi melalui Tareqat Naqsabandiyah, wisata alam, serta wisata budaya lokal. Namun tantangan yang masih dihadapi adalah promosi yang belum konsisten, minimnya konten berkualitas, dan SDM yang belum sepenuhnya melek digital.
Padahal, lanjut Hendri, sektor pariwisata dapat menjadi katalis ekonomi daerah, menggairahkan UMKM, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Karena itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemkab Rohul, DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, komunitas kreatif, hingga masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem promosi wisata yang kuat.
Senada dengan itu, Asisten III Setdakab Rohul yang mewakili Bupati Rokan Hulu menyampaikan bahwa daerah ini memiliki kekayaan destinasi yang luar biasa, mulai dari ikon religi Masjid Agung Islamic Centre, wisata alam Air Panas Hapanasan dan Air Terjun Aek Martua, hingga puluhan destinasi unik lainnya yang tersebar di berbagai kecamatan.
Menurutnya, potensi besar tersebut harus diiringi strategi promosi yang kreatif, inovatif, dan konsisten, terutama melalui pemanfaatan media sosial dengan konten visual berkualitas, label digital yang tepat, serta kolaborasi dengan influencer dan kreator digital.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, kami sangat mendukung kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas SDM dalam menciptakan konten kreatif. Kami berharap lahir ide-ide segar, kolaborasi yang kuat, dan promosi yang semakin berkualitas untuk mengangkat nama Rokan Hulu sebagai destinasi unggulan di Provinsi Riau,” ujarnya.(**)

