Tembilahan - Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Rapat Koordinasi Penetapan Angka Produksi Tanaman Pangan (Rakorpap-TP) guna memetakan serta mematangkan strategi ketahanan pangan daerah. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting untuk meninjau secara komprehensif performa sektor pertanian sepanjang tahun berjalan sekaligus menyelaraskan langkah menuju target produksi di masa mendatang.
Dalam forum tersebut, Kepala Bidang Tanaman Pangan (Kabid TPH) Dinas Pertanian Indragiri Hilir, Surohman, S.ST, memaparkan materi krusial mengenai evaluasi capaian produksi tanaman pangan tahun 2026. Pemaparan ini menjadi pijakan utama untuk menilai sejauh mana program kerja yang telah dijalankan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan hasil panen para petani di wilayah Inhil.
Guna menghasilkan analisis yang berimbang dan terukur, Surohman mengimplementasikan dua pendekatan evaluasi utama, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif diterapkan untuk memantau serta membenahi jalannya program pertanian secara berkelanjutan selama proses produksi berlangsung, sementara evaluasi sumatif ditujukan untuk mengukur total pencapaian kinerja serta efektivitas hasil secara menyeluruh di akhir periode.
Penerapan kedua jenis evaluasi tersebut memiliki tujuan strategis untuk mengidentifikasi potensi kendala di lapangan, mengukur tingkat efisiensi alokasi sumber daya, serta merumuskan kebijakan berbasis data yang akurat. Surohman menegaskan bahwa evaluasi berkala sangat vital agar setiap kendala seperti gangguan cuaca maupun alih fungsi lahan dapat diantisipasi dan ditangani sedini mungkin.
Surohman memaparkan secara rinci perbandingan antara sasaran dan realisasi luas tanam musiman (M). Data ini memberikan gambaran konkret mengenai tingkat penyerapan target luas tanam oleh para petani di berbagai kecamatan, yang nantinya menjadi acuan dasar dalam menetapkan estimasi total tonase produksi bahan pangan pokok daerah.
Setelah pemaparan materi dari Kabid TPH selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan para peserta rapat dan pemangku kepentingan sektor pertanian. Sesi ini dimanfaatkan secara optimal untuk menjaring masukan, menyampaikan kendala riil di tingkat lapangan, serta merumuskan pemecahan masalah secara bersama-sama demi optimalisasi lahan garapan.
Rangkaian rapat koordinasi ini kemudian ditutup dengan penetapan kesepakatan target dan sasaran produksi tanaman pangan untuk periode tahun 2026 hingga 2027. Proses penandatanganan dan penetapan kesepakatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kerja (Katimker) Dinas Pertanian Indragiri Hilir, Ir. Kardinal, SP., M.Si.
Melalui penetapan sasaran jangka pendek dan menengah ini, Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir optimistis mampu menjaga kestabilan pasokan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan para petani. Komitmen bersama antara jajaran dinas dan tim teknis lapangan diharapkan menjadi pendorong utama terwujudnya kemandirian pangan yang berkelanjutan di Indragiri Hilir.

