Salo, TanahIndonesia.id - Hujan yang mengguyur Kecamatan Salo pada Kamis pagi (30/07/2026) seolah menguji tekad mereka yang telah berjanji untuk merawat bumi. Rintik air memang membasahi halaman, tetapi tidak pernah mampu membasahi semangat pengabdian.
Sesaat setelah hujan reda, langkah-langkah penuh optimisme mulai mengarah ke halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Muhajirin Salo. Di tangan mereka bukan cangkul yang berat, melainkan harapan yang ingin ditanam untuk masa depan.
Dipimpin Kepala KUA Kecamatan Salo, H. Zulfahmi, S.Ag., M.A., didampingi Koordinator Penyuluh Agama Gusmawati, Penyuluh Agama Zamhasri, serta aktivis Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) Kabupaten Kampar Luthfi Masyhum Ramadhan, bibit-bibit buah mulai ditanam satu per satu. Setiap lubang yang digali bukan sekadar tempat tumbuhnya pohon, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan.
Kegiatan itu mendapat sambutan hangat dari Kepala Yayasan MI Al-Muhajirin Ahad Sidin, S.Pd.I., Kepala Madrasah Tamrin, S.Pd.I., para majelis guru, mahasiswa KKN UIN Suska Riau, serta para siswa yang dengan penuh antusias ikut menyentuh tanah dan menanam harapan bersama.
Bagi anak-anak, pagi itu mungkin hanya diisi dengan menanam bibit. Namun, di balik kesederhanaan kegiatan tersebut, mereka sedang belajar tentang makna tanggung jawab, kepedulian, dan rasa cinta kepada ciptaan Allah SWT. Kelak, ketika pohon-pohon itu tumbuh rindang dan berbuah, mereka akan mengenang bahwa pernah ada pelajaran berharga yang tidak ditemukan di dalam ruang kelas.
Kepala KUA Kecamatan Salo, H. Zulfahmi, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa program Ekoteologi merupakan implementasi nyata dari gagasan Kementerian Agama Republik Indonesia yang memadukan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian terhadap lingkungan.
"Ekoteologi adalah bentuk nyata dakwah yang tidak hanya mengajak manusia mendekat kepada Allah, tetapi juga mengajarkan bagaimana menjaga alam sebagai amanah-Nya. Sebab kebersihan adalah sebagian dari iman," ujarnya.
Menurutnya, menanam pohon bukan sekadar penghijauan, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Salo ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa bumi yang hijau dan lestari adalah warisan yang harus dijaga bersama.
Sementara itu, Kepala Yayasan MI Al-Muhajirin, Ahad Sidin, S.Pd.I., didampingi Kepala Madrasah Tamrin, S.Pd.I., mengapresiasi sinergi KUA Kecamatan Salo, Komunitas Pecinta Lingkungan Kabupaten Kampar, dan mahasiswa KKN UIN Suska Riau yang telah menghadirkan pembelajaran nyata di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperindah halaman madrasah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan, memiliki rasa tanggung jawab sosial, dan memahami bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah.
Pagi itu, hujan memang telah berhenti. Namun, semangat untuk merawat bumi baru saja dimulai. Dari halaman sederhana MI Al-Muhajirin Salo, bibit-bibit harapan ditanam bersama. Suatu hari nanti, ketika pohon-pohon itu tumbuh besar, mereka akan menjadi saksi bahwa perubahan selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.(**)

