Pencarian

Bhayangkara ke-80, Polsek Keritang Tebar Kepedulian Lewat Bakti Religi

KERITANG – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Keritang Polres Indragiri Hilir memilih cara yang teduh untuk merayakannya: turun langsung ke rumah Allah. Kegiatan Bakti Religi digelar di Masjid Al-Wahidin, Desa Kotabaru, Kecamatan Keritang, dengan semangat gotong royong antara polisi, pengurus masjid, dan warga.

Sejak pagi, halaman masjid sudah ramai. Bukan karena pengajian, tapi karena sapu, kain pel, dan ember air bersahutan. Personel Polsek Keritang bahu-membahu membersihkan karpet, mengepel lantai, mengelap kaca, merapikan mimbar, hingga memastikan tempat wudhu bersih dan nyaman. Rumah ibadah itu disiapkan agar jamaah semakin khusyuk saat bersujud.

Kapolsek Keritang AKP Yosi Marlius yang memimpin langsung kegiatan ini menyebut Bakti Religi adalah wajah humanis Polri. “HUT Bhayangkara ke-80 ini kami maknai dengan pengabdian yang menyentuh langsung masyarakat. Masjid adalah pusat ibadah dan silaturahmi. Kalau bersih dan nyaman, insya Allah warga tenang beribadah,” ujar AKP Yosi Marlius.

Menurutnya, kegiatan ini juga jadi cara merawat hubungan antara Polri dengan tokoh agama dan masyarakat. “Kami ingin tunjukkan bahwa polisi tidak hanya hadir saat ada masalah. Kami juga hadir saat masjid butuh dirawat, saat umat butuh rasa aman dan nyaman beribadah. Ini bagian dari tugas kami melindungi, mengayomi, dan melayani,” tegas Kapolsek.

Suasana keakraban terasa kental. Tidak ada sekat pangkat atau seragam. Anggota Polsek, marbot, dan warga saling berbagi tugas. Ada yang menyapu halaman, ada yang memperbaiki selang air, ada pula yang sekadar menyeduh teh hangat untuk semua yang bekerja. Di situlah, pesan Bhayangkara benar-benar hidup.

AKP Yosi Marlius menambahkan, HUT Bhayangkara bukan sekadar upacara dan tumpeng. “Delapan puluh tahun Bhayangkara berarti delapan puluh tahun pengabdian. Pengabdian itu dimulai dari hal kecil: sapu yang kami pegang, lantai yang kami pel, dan doa yang kami panjatkan bersama warga Kotabaru agar daerah ini selalu aman,” katanya.

Pengurus Masjid Al-Wahidin mengaku terharu dengan kepedulian Polsek Keritang. Bagi mereka, kehadiran polisi ikut membersihkan masjid memberi pesan kuat: keamanan dan kenyamanan ibadah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas marbot atau pengurus DKM.

Selain kebersihan, personel juga mengecek sarana prasarana masjid. Lampu yang mati diganti, keran wudhu yang rembes diperbaiki, dan area parkir dipastikan aman untuk jamaah. Langkah kecil ini diharapkan mencegah gangguan kamtibmas saat warga beribadah, terutama malam hari.

Bagi Polsek Keritang, Bakti Religi ini adalah “ceramah tanpa mimbar”. Tindakan nyata yang bicara lebih keras dari kata-kata. Dari Desa Kotabaru, mereka ingin menyampaikan bahwa semangat Bhayangkara ke-80 adalah semangat melayani dengan hati, dimulai dari tempat paling suci.

“Kebersihan sebagian dari iman. Kamtibmas juga bagian dari iman. Kalau masjid bersih dan kampung aman, insya Allah masyarakat sejahtera. Itulah hadiah terbaik untuk HUT Bhayangkara ke-80,” tutup AKP Yosi Marlius.(*)