Pencarian

Ketika Energi Butuh Hati: Komunikasi Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik

Pekanbaru – Di ruang seminar Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau, Kamis (21/05/2026), puluhan mahasiswa mendengar sebuah pesan yang jarang mereka dengar di kelas: industri energi kini tidak lagi cukup hanya bicara soal produksi

Sorotan publik terhadap lingkungan dan transisi energi membuat perusahaan energi menghadapi tantangan baru. Bukan lagi sekadar teknis di lapangan, tetapi bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat agar operasi bisa berjalan dengan damai dan berkelanjutan.

Media Relation Officer EMP Bentu Limited, M. Hanshardi, yang menjadi pembicara utama, menyampaikan bahwa komunikasi sudah menjadi bagian dari keberlangsungan industri itu sendiri. Tanpa kepercayaan publik, kerusakan yang terjadi bisa lebih sulit diperbaiki dibandingkan kerusakan teknis.

“Di industri energi, komunikasi bukan pelengkap. Ketika publik kehilangan kepercayaan, dampaknya bisa lebih sulit dipulihkan dibandingkan kerusakan teknis,” ujarnya di hadapan mahasiswa.

Seminar bertema _Strategi Komunikasi Kreatif, Reputasi Korporasi dan Kesiapan Talenta Muda di Era Industri Energi_ itu juga menghadirkan content creator Ahmad Reza Mardian dan event organizer Citra Indah Lestari. Mereka berbagi tentang bagaimana komunikasi kreatif bisa menjembatani industri dengan masyarakat.

Hanshardi menjelaskan, peran komunikasi kini meluas. Bukan hanya membuat siaran pers atau mengelola media sosial, tetapi juga memastikan masyarakat menerima kehadiran industri energi di lingkungan mereka.

Ia menyebut perusahaan energi berada di persimpangan: di satu sisi kebutuhan energi nasional terus meningkat, di sisi lain tekanan publik terhadap isu lingkungan dan transisi energi bersih semakin kuat.

Kuncinya, menurut Hanshardi, adalah komunikasi yang jujur dan konsisten. Reputasi tidak dibangun saat krisis datang, melainkan lewat hubungan yang dijaga setiap hari dengan masyarakat, pemerintah, dan media.

Di akhir sesi, ia berpesan kepada mahasiswa bahwa industri tidak mencari orang yang paling pintar, tetapi yang paling siap bekerja, tahan tekanan, dan mampu beradaptasi cepat.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau, Dr Musfialdi, berharap seminar ini membuka wawasan mahasiswa tentang dunia kerja nyata. Karena di era sekarang, menjaga kepercayaan publik sama pentingnya dengan menjaga kilang tetap menyala. (*)