Pencarian

Wabup Yuliantini Ajak KNPI Inhil Kobarkan Aksi Nyata: Pemuda Bukan Penonton, Pemuda Panglima Perubahan

Tembilahan – Jumat (1/5/2026) pagi, Jalan Swarna Bumi bergetar bukan oleh kendaraan. Ia bergetar oleh tekad. Di beranda kediaman Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini, DPD KNPI Inhil datang membawa api. Api pemuda yang tak mau padam. Wabup menyambut dengan peluk yang merdeka. Di sana, silaturahmi menjelma sumpah: Inhil dibangun bersama, atau tidak sama sekali.

“Kehadiran rombongan KNPI disambut hangat dan penuh keakraban oleh Wakil Bupati. Suasana pertemuan berlangsung cair, penuh nuansa kekeluargaan, namun tetap sarat dengan gagasan konstruktif demi kemajuan Kabupaten Indragiri Hilir.” Karena revolusi sejati lahir dari obrolan yang jujur. Dari hati yang tak bersekat antara pemimpin dan rakyatnya.

PAD dibedah. Peran pemuda dikobarkan. Sinergi dinyalakan. KNPI tak datang menengadahkan tangan. KNPI datang menawarkan dada. Dada anak muda untuk jadi tameng bangsa. Dada anak Inhil untuk jadi tiang penyangga Indonesia dari pesisir Timur Riau.

Ketua DPD KNPI Inhil, Mahmudin, bicara dengan suara yang membakar tapi meneduhkan. “Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Wakil Bupati yang telah berkenan menerima kehadiran kami di sela-sela kesibukan beliau. Kami merasakan suasana dialog yang hangat, penuh canda tawa, namun tetap substansial dan membangun, khususnya terkait masa depan pemuda di Kabupaten Indragiri Hilir,” ujarnya. Pemuda Inhil paham adab, tapi tak kehilangan ghirah.

Mahmudin hentakkan palu peringatan tentang persatuan. “Kita melihat di berbagai daerah ada kepala daerah dan wakil kepala daerah yang hubungannya tidak harmonis, sehingga energi pembangunan terkuras oleh persoalan internal. Namun Alhamdulillah, di Kabupaten Indragiri Hilir kita masih melihat kekompakan antara Bupati dan Wakil Bupati tetap terjaga. Ini patut kita syukuri dan harus terus dipertahankan.”

Ia menggema lagi, lebih lantang. “Jangan sampai ada potensi perpecahan, karena masyarakat membutuhkan duet kepemimpinan yang solid untuk membangun Inhil nan luas ini. Daerah sebesar Indragiri Hilir tidak bisa dibangun oleh satu orang saja, tetapi harus dilakukan bersama-sama. Sebab kita kuat karena bersatu, dan kekuatan terbesar kita sesungguhnya terletak pada persatuan.” Sebab Merah Putih terlalu mahal untuk dirobek kepentingan. Sebab Inhil adalah Indonesia yang tak boleh retak.

Wabup Yuliantini menyambut api itu dengan obor. “Saya merasa senang dan berbahagia dapat menerima kunjungan adik-adik KNPI. Pemuda adalah aset daerah yang sangat penting. Pemerintah tentu membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat, memberi gagasan, serta menjadi mitra strategis dalam pembangunan,” ungkapnya. Bagi Yuliantini, pemuda bukan pelengkap upacara. Pemuda adalah pasukan inti perubahan.

Lalu komando itu tiba. Komando untuk bergerak. “Dalam waktu dekat, insyaallah saya akan melakukan kegiatan di Kecamatan Keritang, ayo KNPI kalau mau ikut, mari bersama-sama kita turun langsung ke masyarakat,” seru Yuliantini. Turun. Satu kata yang revolusioner. Karena revolusi sejati bukan di podium. Ia ada di lumpur Keritang. Di keringat yang menetes untuk rakyat.

Yuliantini tutup dengan amanat yang menggelegar. “Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan, kritik yang membangun, serta partisipasi nyata dari pemuda. Saya berharap KNPI terus menjadi organisasi yang progresif, menjadi rumah besar pemuda, dan hadir membawa solusi bagi masyarakat Indragiri Hilir.” Dari Swarna Bumi ke Keritang, dari dialog ke aksi. Inilah jalan pulang ke rakyat. Inilah cara Inhil menjawab panggilan Ibu Pertiwi.(*)