Pers Riau Berduka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Berpulang

Sabtu, 18 April 2026 | 20:18:47 WIB
Almarhum Zulmansyah Sekedang yang banyak memajukan pers Riau. (Foto : Sekretariat PWI Riau)

Pekanbaru, TanahIndonesia.id - Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini hari sekitar pukul 00.05 WIB. Kepergian sosok penting ini menjadi kehilangan besar bagi insan pers di berbagai daerah.

Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta. Informasi wafatnya cepat tersebar di kalangan wartawan dan organisasi media, menandakan luasnya jejaring serta pengaruh yang dimilikinya selama berkiprah di dunia pers.

Semasa hidup, Zulmansyah dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan profesionalisme jurnalistik. Ia pernah memimpin PWI Riau sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi strategis di tingkat pusat sebagai Sekjen PWI.

Dalam perjalanan kariernya, ia aktif mendorong kebebasan pers yang bertanggung jawab, peningkatan kompetensi wartawan, serta menjaga kehormatan profesi di tengah dinamika industri media yang terus berkembang. Pria kelahiran Aceh, 2 Juli 1972 tersebut dikabarkan mengalami serangan jantung sebelum meninggal dunia.

Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak tertolong, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sejawat. Dan segenap angkasawan dan angkasawati RRI Pekanbaru turut berduka cita yang mendalam atas kepergian tokoh pers Riau tersebut.

Rencananya, jenazah almarhum akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Pekanbaru untuk dimakamkan. Kota ini memiliki nilai historis dalam perjalanan hidupnya, terutama saat memimpin organisasi wartawan di tingkat daerah.

Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari insan pers, tokoh masyarakat, hingga pejabat publik. Banyak yang mengenang dedikasi, ketegasan, serta integritasnya dalam memperjuangkan eksistensi PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Kepergian Zulmansyah Sekedang tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia jurnalistik nasional. Pemikiran dan semangatnya diharapkan tetap hidup, menjadi teladan bagi generasi wartawan dalam menjaga independensi, profesionalisme, dan marwah pers.(**)

Terkini