Di Hari Anak Nasional, PT BNS dan Polsek Pelangiran Ajarkan Anak Cintai Bumi Sejak Kecil

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:38:47 WIB

INDRAGIRI HILIR – Di Hari Anak Nasional 2026, tawa anak-anak tak hanya menggema di halaman sekolah. Ia menyatu dengan desir angin di kawasan HCV Nusa Perkasa Estate. Di sanalah, harapan ditanam. Bukan hanya di atas kertas, tapi benar-benar di tanah.

Melalui anak usahanya PT Bhumireksa Nusasejati, Minamas Plantation memilih merayakan 23 Juli 2026 dengan cara yang paling bermakna: mengajak anak-anak mencintai lingkungan sejak dini. Rangkaian kegiatan digelar di Nusa Perkasa Estate, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Ada tiga ruang cinta yang dihadirkan. Perayaan Hari Anak Nasional di NPE, Green Project Minamas – Greeny Land di SDS Dwimas Sejati, dan aksi penanaman pohon di kawasan High Conservation Value bersama Polsek Kecamatan Pelangiran. Tiga jejak kecil untuk masa depan yang besar.

Melalui Greeny Land, anak-anak dikenalkan bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal sederhana. Menyiram tanaman di sekolah, tidak membuang sampah sembarangan, merawat pohon di halaman. Edukasi itu tidak berhenti di kelas. Ia dilanjutkan dengan tangan-tangan kecil yang menggenggam bibit pohon, lalu menanamnya di tanah HCV bersama-sama.

Langkah ini sejalan dengan semangat Green Policing. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas perusahaan atau aparat. Ia adalah kerja bersama. Dunia usaha, kepolisian, sekolah, masyarakat, hingga anak-anak. Semua punya peran.

Pimpinan PT BNS yang diwakili Manager Nusa Perkasa Estate, Subiyanto, menyampaikan pesannya dengan penuh harap. 
“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa masa depan anak-anak juga sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang kita wariskan. Karena itu, menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan,” ujar Subiyanto.

Baginya, pelajaran paling kuat adalah ketika anak-anak melihat langsung dan merasakan sendiri. 
“Melalui Green Project Minamas – Greeny Land dan penanaman pohon di kawasan HCV, kami ingin mengajak anak-anak dan masyarakat memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi dengan Polsek Pelangiran juga menjadi langkah nyata untuk memperkuat semangat Green Policing dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Manager Rotan Semelur Estate, Agus Frans Manalu, menekankan pentingnya kesinambungan antara ilmu dan aksi.
“Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya melalui edukasi. Anak-anak perlu diberikan pengalaman langsung agar mereka memahami bahwa menjaga alam dapat dimulai dari tindakan sederhana dan dilakukan secara bersama-sama,” ujar Agus.
Ia berharap benih kepedulian yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi kebiasaan baik hingga mereka dewasa.

Dari jajaran kepolisian, BRIPKA Pebriansyah, S.H., Kanit Intel Polsek Pelangiran yang mewakili Kapolsek Pelangiran, juga menyampaikan pesan yang sama.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya melakukan aksi nyata menjaga alam, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujar Pebriansyah.

Penanaman pohon di kawasan HCV malam itu menjadi simbol. Simbol bahwa ekosistem dan keanekaragaman hayati layak dijaga. Simbol bahwa anak-anak Inhil berhak mewarisi hutan yang hijau, sungai yang jernih, dan udara yang bersih.

Rangkaian Hari Anak Nasional 2026 ini menjadi pengingat yang lembut: membangun masa depan anak tidak cukup dengan buku dan bangku sekolah. Kita juga harus memastikan mereka mewarisi bumi yang masih bisa ditinggali, dirawat, dan dicintai.

Karena pada akhirnya, setiap pohon yang ditanam hari ini, adalah nafas untuk anak-anak kita esok. (*)

Terkini