KERITANG – Langkah kaki AIPTU Agus menyusuri Jalan Cik Boge, Dusun Cahaya, Desa Pengalihan, membawa semangat baru pada Jumat itu. Bhabinkamtibmas Desa Pengalihan ini datang bukan untuk patroli, melainkan untuk bersilaturahmi dengan pekarangan milik Sdr. Sudirman yang kini hijau oleh cabai, terong, dan kacang panjang.
Pekarangan sederhana itu menjadi saksi bagaimana tanah di halaman rumah bisa berubah menjadi lumbung kecil keluarga. Di bawah bimbingan Aiptu Agus, tanaman-tanaman produktif tumbuh rapi, seolah berbisik bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari depan rumah sendiri.
Dengan senyum dan sapaan hangat, Aiptu Agus memeriksa setiap batang cabai yang mulai berbuah dan sulur kacang panjang yang merambat. Ia tidak hanya memantau, tetapi juga memberi motivasi agar Sudirman terus merawat dan mengembangkan apa yang telah ditanam.
“Pekarangan ini bukan sekadar lahan, ini adalah harapan. Kalau kita rawat bersama, ia akan memberi makan keluarga dan menguatkan desa kita,” ujar Aiptu Agus dengan nada lembut yang membuat Sudirman semakin bersemangat.
Pemanfaatan lahan pekarangan seperti ini dinilai sangat bermanfaat. Dari cabai untuk sambal di dapur hingga terong dan kacang panjang untuk lauk, kebutuhan pangan keluarga bisa terpenuhi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar.
Kapolsek Keritang AKP Yosi menegaskan bahwa Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi warga. Kehadiran ini menjadi bukti bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menguatkan kehidupan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung ketahanan pangan serta mendorong masyarakat agar terus produktif memanfaatkan lahan yang tersedia,” tutur AKP Yosi dengan penuh keyakinan.
Suasana sambang itu mengalir akrab. Tawa ringan Sudirman dan nasihat Aiptu Agus berpadu dengan hijau dedaunan, menciptakan pemandangan yang menenangkan sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme dari tanah Keritang.
Diharapkan langkah kecil di pekarangan Sudirman ini menjadi lentera bagi warga Pengalihan lainnya. Dari satu halaman ke halaman lain, dari satu hati ke hati lain, ketahanan pangan Indonesia akan tumbuh, merayap perlahan seperti kacang panjang yang terus merambat ke atas. (*)