Teluk Kuantan, TanahIndonesia.id - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mulai mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke-44 dan Festival Pacu Jalur 2026. Sebanyak 481 personel gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP Damkar, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) disiagakan untuk mendukung kelancaran dua agenda besar tersebut.
Kesiapan itu ditandai dengan apel gabungan yang dipimpin langsung Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, di Lapangan Upacara Pemerintah Daerah Kuansing, Jumat (12/6/2026) pagi.
Apel tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menyambut ribuan tamu dan pengunjung yang diperkirakan akan memadati Kabupaten Kuantan Singingi selama pelaksanaan MTQ Provinsi Riau ke-44 dan Festival Pacu Jalur.
Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 102 personel berasal dari Dinas Perhubungan, 220 personel dari Satpol PP dan Damkar, serta 159 personel dari BPBD. Seluruh personel akan bertugas menjaga keamanan, ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.
Dalam arahannya, Bupati Suhardiman Amby menegaskan bahwa tiga instansi tersebut merupakan ujung tombak pelayanan pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Satpol PP Damkar, Dishub, dan BPBD merupakan role model atau contoh bagi masyarakat. Kalian harus terlebih dahulu memahami dan mengerti Peraturan Daerah (Perda), sehingga dalam menjalankan tugas dapat memberikan teladan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Suhardiman Amby.
Menurutnya, profesionalisme dan kedisiplinan petugas menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tertib selama berlangsungnya dua event besar yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kuansing menargetkan seluruh rangkaian MTQ Provinsi Riau ke-44 dan Festival Pacu Jalur dapat berlangsung sukses tanpa kendala berarti, baik dari aspek keamanan, pelayanan publik maupun kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Selain menjadi ajang syiar Islam dan pelestarian budaya daerah, kedua kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi.(adv)**