NUSANTARA JAYA – Aiptu Hendrick, Bhabinkamtibmas Desa Nusantara Jaya, memilih turun langsung ke lahan pertanian milik warga. Bukan sekadar sambang, ia datang untuk memastikan ketahanan pangan di desa benar-benar tumbuh dari bawah*
Di lahan milik Bapak Jamjuri, hamparan tanaman terong, cabai, dan pare tumbuh subur. Komoditas ini bukan hanya jadi sumber pangan lokal, tapi juga penopang ekonomi keluarga petani di tengah gempuran harga kebutuhan yang tidak menentu.
Kehadiran polisi berseragam di tengah kebun menjadi pemandangan yang tidak biasa. Aiptu Hendrick memberi motivasi, mengecek perkembangan tanaman, dan berdialog langsung dengan pemilik lahan. Ia menegaskan, peran Polri saat ini tidak berhenti pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga harus hadir sebagai motor penggerak dan pendukung kesejahteraan warga, salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan lokal seperti yang dilakukan Pak Jamjuri ini,” tegas Aiptu Hendrick.
Bagi Aiptu Hendrick, lahan produktif seperti milik Pak Jamjuri adalah bukti bahwa swasembada pangan bisa dimulai dari tingkat desa. Ia ingin memastikan petani merasa didukung, tidak berjalan sendiri, dan punya semangat untuk terus mengelola lahannya secara maksimal.
Sambutan positif datang dari Bapak Jamjuri. Kehadiran Bhabinkamtibmas memberinya dorongan moral yang besar. “Saya merasa tidak sendiri. Ada dukungan dari polisi untuk terus mengurus lahan ini,” ujarnya.
Langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa program ketahanan pangan nasional harus menyentuh akar rumput. Bukan hanya program di atas kertas, tapi kerja nyata di ladang, kebun, dan sawah warga.
Aiptu Hendrick berharap apa yang dilakukan di Desa Nusantara Jaya bisa menjadi pemantik bagi petani lain di Desa Lintas Utara dan sekitarnya. Ketika polisi dan petani bersinergi, ketahanan pangan dari desa akan semakin kuat.
Kegiatan sambang dialogis ini berjalan aman dan lancar. Pesannya jelas: Polri hadir untuk melindungi, mendampingi, dan memastikan kesejahteraan warga tumbuh bersama pangan yang mereka tanam sendiri. (*)